Koleksi Batu Permata

Selasa, 14 Oktober 2008

Batu Permata

Di dunia ini tidak semua tempat mengandung batu permata. Di Indonesia hanya beberapa tempat yang mengandung batu permata antara lain di provinsi Banten dengan Kalimayanya, di Pulau Kalimantan dengan Kecubungnya (amethys) dan Intan (berlian).
Batu permata mempunyai nama dari mulai huruf a sampai huruf z yang diklasifikasikan menurut kekerasannya yang dikenal dengan Skala Mohs dari 1 sampai 10. Permata yang paling diminati di dunia adalah yang berkristal yang selain Berlian adalah Zamrud, Ruby, Safir dan Mata kucing.

Selasa, 31 Juli 2007

Batu Permata

Batu permata adalah sebuah mineral, batu yang dibentuk dari hasil proses geologi yang unsurnya terdiri atas satu atau beberapa komponen kimia yang mempunyai harga jual tinggi.

Batu Permata berbeda dengan sebutan Batu Permata Mulia dikarena memenuhi syarat keindahan, kekerasan (Skala Mohs dari 1 sampai 10) dan kelangkaan. Aneka Batu Permata Mulia : Selain berlian/intan termasuk juga Zamrud (emerald), Ruby dan safir.

Pada abad 20-an, batu-batuan ini amat langka ditemukan pada peminat, penggemar maupun dipasaran batu, akibatnya Batu Permata Mulia jika ada tentunya memiliki nilai harga amat mahal. Agar tak menghilangkan karateristiknya maka para pecinta batu melakukan penggandaan yang menyerupai dengan aslinya dengan mencelup dan mewarnai batu tersebut dan batu sejenisnya dengan larutan-larutan kimia.

Para kolektor amat minat dan bahkan para penggemar batu juga demikian yang dijadikan batu perhiasan. Untuk dijadikan perhiasan (misalnya : cincin, liontin/kalung) sebelumnya perlu dilakukan : dipotong, dibentuk/diasah dan dipoles.

Di dunia ini tidak semua tempat mengandung batu permata dan Batu Permata Mulia. Di Indonesia hanya beberapa tempat yang mengandung batu permata antara lain di provinsi Banten dengan Kalimayanya, di Pulau Kalimantan dengan Kecubungnya (amethys) dan Intan (berlian). Batu Permata Mulia (Zamrud, Ruby, Safir), yang saat ini amat langka ditemukan pada negara-negara Colombia, Srilangka, Birma, Tanzania, dan bahkan cat eyes (mata kucing) di Jerman, tentunya harga jual amat tinggi dipasaran

Dalam situasi kurang mendukung keberadaan Batu Permata dan Batu Permata Mulia, berdasarkan historis bahwa para pejuang Republik ini yang minat dengan perhiasan batu permata, saya yakin benar bahwa batu perhiasan yang dimilikinya tentulah terjaga keasliannya. Dengan mencari informasi dan dibarengi bersilaturrahmi, saya mendatangi para Pejuang RI dimaksud dan pewarisnya dengan berharap mempercayai untuk merawat dan mengkoleksi batu-batu dimiliki dan dipusakakan.

Diantaranya, batu permata yang saya koleksi, dimiliki oleh Perjuang RI : Mayjend (Purn-TNI AD) alm. Boediyarto, Letkol (Purn-TNI AD) alm. M. Noer, Mayor Laut (Purn) alm. Abu Qosim, Lettu (Purn-TNI AD) alm. Hasan Seif, Kolonel (Purn-TNI AD) alm Said Syahlan, alm. Abdul Salim (Hisbullah), alm. M. Sanif (Hisbullah).

Demikian, selamat melihat koleksi Madsyeb.

Senin, 31 Juli 2006

Batu permata yang belum ada nama Indonesia

Alexandrite / Chrysaberyl, Chrysocolla, Chrysoprase, Hematite, Jasper, Kunszite, Lapis Lazuki, Malachite, Obsidian, Olivine, Pyrite, Tanzanite, Tourmaline, Zincon

Beberapa macam batu permata

Akik, Akuamarin, Ametis, Baiduri, Batu Bulan, Batu Cempaka, Berlian, Delima, Giok, Intan, Kuarsa, Mutiara, Mata kucing, Pirus, Sapfir, Zamrud